Thank You (Prolog)


Ku tatap langit biru dari atas pohon yang jaraknya tidak begitu jauh dari sekolah. Kini aku tengah bersandar di dahan bohon dan menatap langit yang bergerak dan juga melihat daun-daun yang menari ditiup angin.

Kalau aku pergi… Apakah suasana disana akan lebih tenang dari ini? Apakah iya?

Entahlah, aku juga tidak tau. Kini aku hanya menunggu kapan saatnya datang. Namun, aku juga tidak ingin pergi begitu cepat. Aku ingin sekali mendapatkan rasa cinta yang sesungguhnya. Apakah aku bisa mendapatkannya sebelum itu?

~~~~~~~~~

Ini tegukan sudah tegukan ke-4. Tapi rasa sakit ini masih juga belum hilang. Rasanya juga percuma. Rasa sakit itu tidak akan pernah hilang. Apa yang harus ku lakukan agar rasa sakit ini hilang? Apakah ada obatnya? Ku rasa tidak. Hanya kematian yang bisa menghilangkan semua rasa sakit. Apakah aku akan melakukannya?

~~~~~~~~~

“Ada anak baru. Ku dengar dia murid bermasalah”

“Benarkah? Sayang sekali padahal dia tampan ya”

“Huh kau ini selalu saja begitu. Menyebalkan”

Ada anak baru? Murid bermasalah? Aku baru tau.

~~~~~~~~~

Menyebalkan sekali. Aku di keluarkan dari sekolahku yang sebelumnya karena aku ketahuan mabuk-mabukan beberapa hari yang lalu.  Dan yang lebih menyebalkannya lagi aku terpaksa masuk sekolah baru. Kenapa aku tidak dibiarkan jadi gelandangan saja? Toh aku juga tidak ada gunanya. Kenapa masih mau repot-repot menyuruhku sekolah. Aku tidak akan pernah mau masuk satu kelas pun! Jangan harap aku akan bisa bertahan di sekolah ini lebih lama.

BRUK

Seseorang menabrakku. Seorang yeoja lebih tepatnya. Dia terjatuh sedangkan aku tidak. Ku lihat sebelah kacamata-nya melorot ke pipi-nya. “Kalau jalan lihat-lihat bodoh!” maki-ku pada yeoja itu.

Yeoja itu merapikan kacamata-nya lalu berdiri dan membersihkan debu di rok-nya kemudian menatapku dengan pandangan polos. “Kenapa aku yang harus minta maaf? Kau saja berjalan masih tidak becus” jawabnya lalu meninggalkanku yang berdiri terdiam.

~~~~~~~~~

Dia yang menabrakku tapi aku yang disalahkan. Dasar aneh.

BRUK!

Tidak tau kenapa.. Badanku terasa berat dan ku rasa aku terjatuh. Pandangan mataku mendadak buram. Kenapa? Badanku juga tidak bisa digerakkan. Kondisi seperti ini benar-benar menyiksaku. Tuhan.. apakah masih ada kesempatan untukku?

~~~~~~~~~

Iklan

~ oleh narachikim pada Juni 22, 2011.

6 Tanggapan to “Thank You (Prolog)”

  1. Wah.. kaya.a crita.a bgus dh~
    part 1.a dtnggu ya thor..

  2. ditunggu ya part 1 nya author.. 🙂

  3. […] banyak basa-basi. Ini part 1 dari ff Thank You. Yang belum baca prolog mohon dibaca ya –> Prolog. Enjoy & Happy reading!! […]

  4. […] : Prolog| […]

  5. hai, *reader baru*
    kesan pertama bacanya? Emm..dag-dig-dug? Haha saya aneh yaa.. *malu ndiri*

    lanjut baca yaa 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: