Thank You (Part 1)


Annyeong readers! Author balik gapapa kan?-..- Yaudah author gamau terlalu banyak basa-basi. Ini part 1 dari ff Thank You. Yang belum baca prolog mohon dibaca ya –> Prolog. Enjoy & Happy reading!! ^^

~~~~~~~~~~~

Author: narachikim

Cast: Cho Kyuhyun, Kim Hyori, Krystal Jung, etc.

Genre: Chapter, Romance, Friendship.

~~~~~~~~~~~

Author POV

Seorang yeoja tengah melamun diatas dahan pohon yang rindang. Entah apa yang ia lamunkan tapi sepertinya itu benar-benar membuatnya bingung. Yeoja itu memandang langit dengan lesu. Poni-nya yang tertiup angin membuat dahi-nya terlihat. Yeoja itu pun menghela nafas dengan berat lalu menundukkan kepalanya.

Matanya terpejam dan ia menggigit bibir bawahnya. Kemudian yeoja itu kembali membuka matanya karena ia mendengar seseorang menyorakkan namanya dibawah sana. Yeoja itu pun mengalihkan pandangannya ke bawah dan di dapatinya seorang yeoja cantik berambut panjang.

“Hyori! Ayo turun! Sedang apa kau diatas sana?” tanya yeoja itu menyuruh yeoja bernama Hyori itu turun dari atas pohon. Ya, nama yeoja yang melamun itu Hyori. Kim Hyori.

“Hehehehe. Tidak ada apa-apa. Kau tau kan aku suka melamun diatas pohon?” jawab Hyori lalu turun dari atas pohon. Tidak berapa lama kemudian yeoja berambut panjang se-dada itu sudah menginjakkan kaki-nya di tanah.

“Kau ini selalu saja melamun di atas pohon. Apa yang kau lamunkan? Lihat! Poni-mu berantakan sekali” sahut yeoja itu lalu merapikan poni yeoja bernama Hyori itu. Setelah rapi Hyori pun membelai poni-nya. “Entahlah aku juga tidak tau apa yang aku lamunkan, Krystal”

“Yasudah! Sekarang lebih baik kita kembali ke dalam gedung sekolah. Seperti-nya jam pelajaran yang berikutnya akan segera dimulai” ujar Krystal lalu menarik tangan Hyori.

~~~~~~~~~~

“Sial! Kenapa aku harus dipindah kemari? Percuma saja, aku tidak akan berubah! Paboya” sahut seorang namja sambil menendang batu kecil di sekitarnya.

Namja itu pun sadar ada kerumunan yeoja sedang memperhatikannya. Namja itu menatap kerumunan yeoja itu dengan tatapan tajamnya. Seketika kerumunan yeoja itu berbisik lalu pergi menjauh.

“Dasar aneh” gumam namja itu kemudian.

~~~~~~~~~~

“Hyori, mianhae aku harus ke kamar mandi dulu, kau ke kelas sendiri saja ya? hihihi” pinta Krystal sambil memegangi perutnya. Hyori menatap Krytal dengan aneh “Kau makan apa tadi pagi? Tumben sekali kau buang bom di sekolah”. “Terserah aku saja. Aku harus ke kamar mandi sekarang juga! Sampai jumpa di kelas!!” pamit Krystal lalu berlari meninggalkan Hyori.

Hyori pun kembali berjalan menuju kelas. Lalu, ia mendengar dua orang yeoja sedang mengobrol.

“Ada anak baru. Ku dengar dia murid bermasalah” sahut salah satu dari yeoja itu.

“Benarkah? Sayang sekali padahal dia tampan ya” jawab yeoja yang satu lagi. Raut kecewa terlihat jelas diwajahnya.

Yeoja pertama tadi pun memukul kepala temannya itu dengan gulungan kertas “Huh kau ini selalu saja begitu. Menyebalkan”. 2 yeoja tadi pun kembali berjalan dan menjauh. Hyori masih memikirkan kata-kata 2 yeoja tadi. “Ada anak baru? Murid bermasalah? Aku baru tau” gumam Hyori dan kembali berjalan menuju kelas.

~~~~~~~~~

Hyori duduk di kelas sendirian. Krystal masih belum kembali. Seonsaengnim juga belum masuk. Hyori pun mengalihkan pandangannya memandang suasana kelas saat ini. Ada Minkyung yang sedang membaca buku, Sunghyo Minji dan Minah yang sibuk mencat kuku mereka, dan masih banyak lagi. Hyori pun menguap dan kembali bermalas-malasan.

Tiba-tiba saja seonsaengnim masuk. Hyori pun sigap duduk lalu mengucek matanya sebentar. Lalu pintu kembali terbuka, Krystal masuk dengan nafas terengah-engah. Sepertinya dia berlarian.

“Mianhae Seonsaengnim, saya terlambat masuk kelas” ujar Krystal lalu membungkukkan badannya.

Seonsaengnim hanya mengangguk “Kali ini saya maafkan. Lain kali jangan terlambat lagi nona Jung”. Krystal pun mengangguk mengerti lalu berjalan ke tempat duduknya yang tepat berada disamping Hyori.

“Kau tau? Tadi aku bertemu seorang namja tampan. Sepertinya dia anak baru” bisik Krystal. Hyori hanya merespon Krystal dengan tatapan tak acuh.

“Baiklah. Saya akan membagikan hasil ulangan kemarin. Bagi nilainya yang dibawah standar silahkan bersiap-siap untuk mengikuti ujian remedial” sahut seonsaengnim kemudian.

Hyori yang awalnya lengah langsung menyimak seonsaengnim. “Jangan harap nilaimu diatas standar nona Kim” ejek Krystal sambil mencibir. “Shireo!!” gumam Hyori sambil meninju pelan lengan Krystal.

Seonsaengnim mulai membagikan kertas ulangan kemarin kepada murid-murid. Hyori melihat raut wajah bahagia di wajah teman-temannya. Hyori berharap dia juga begitu. Seonsaengnim pun semakin dekat dengan kursi Hyori. Hyori semakin merasa tegang. Mulut-nya tidak berhenti bergerak karena dia begitu takut.

“Selamat nona Kim…. nilaimu masih sama seperti dulu. Bersiaplah untuk ujian remedial. Kali ini belajarlah dengan sungguh-sungguh” ujar seonsaengnim.

Hyori pun menghembuskan nafas dengan kecewa. Di raihnya kertas ulangannya, sebuah nilai yang sama sekali tidak diharapkannya. 45. Nilai yang sangat buruk.

Tiba-tiba Krystal menyenggol Hyori, Hyori pun menatap temannya itu “nilaimu berapa?” tanya yeoja bermarga Jung itu. Hyori mendelik dan kembali bermalas-malasan di mejanya.

14.00 KST

Hyori berjalan sendirian di koridor sekolah. Krystal ada keperluan sehingga Hyori terpaksa pulang sendirian. Tangan Hyori masih meraih kertas ulangannya. Hyori masih berfikir. Ia tau ia lemah dalam bidang matematika. Tapi sampai kapan ia harus lemah dalam bidang ini? Adakah seseorang yang bisa membuatnya menyukai matematika?

BRUK

Hyori tidak sengaja menabrak seseorang ketika ia berjalan. Karena badannya lemah, ia pun terjatuh. Kacamata Hyori melorot ke pipinya. Kertas ulangannya terlepas dari genggaman tangannya. Hyori pun mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang dia tabrak. Ternyata seorang namja. Tapi Hyori merasa baru kali ini melihatnya. Apakah dia anak baru tersebut?

“Kalau jalan lihat-lihat bodoh!” maki namja itu pada Hyori. Hyori pun merapikan kacamata-nya lalu berdiri dan membersihkan debu di rok-nya kemudian menatap namja itu dengan pandangan polos. “Kenapa aku yang harus minta maaf? Kau saja berjalan masih tidak becus” jawab Hyori lalu meninggalkan namja itu yang berdiri terdiam.

Hyori yang kesal pun berjalan menjauh. Namun, ia merasa badannya terasa amat sangat berat. Pandangannya buram sejenak. Hyori pun mengerjapkan matanya beberapa kali. Tapi tetap saja pandangannya buram. Walaupun setengah sadar namun Hyori masih bisa mengambil handphone-nya di dalam saku-nya. Di masukkannya angka-angka yang sudah begitu dia hafal. Lalu di tempelkannya handphone-nya di daun telinganya.

“Yoboseyo, Hyori. Ada apa?” jawab seseorang di ujung sana. Tiba-tiba saja Hyori kesulitan bernafas. Dada-nya naik turun karena kesulitan untuk bernafas.

“Hyori? Apa kau disana?” tanya suara itu lagi.

“Cepatlah.. cepatlah datang kesini appa.. Aku sudah tidak tahan.. uhuk uhuk..” keseimbangan badan Hyori pun semakin melemah, ia pun terjatuh ke lantai..

Saat ini di dalam hati, Hyori hanya bisa berharap datangnya keajaiban. Tapi kelihatannya sangat tidak mungkin. Darah pun mulai menetes melalui mulut Hyori. Dengan perlahan Hyori pun menutup kedua matanya.

~~~~~~~~~

“Hey! Kau anak baru yang bernama Kyuhyun itu, bukan?” tegur seorang seonsaengnim kepada namja yang bernama Kyuhyun itu. Kyuhyun yang sedang merokok pun menatap seongsaengnim tersebut dengan tatapan sinis. Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan seonsaengnim itu, ia terus menghisap rokok yang ada di sela jarinya.

Seonsaengnim itu pun kesal lalu menarik kerah seragam Kyuhyun dengan kasar “Jangan macam-macam kau! Kau anak baru! Kau harus mematuhi aturan disini! Buang rokokmu itu dan jawab pertanyaanku!” perintah seonsaengnim itu dan sedikit melepas genggaman tangannya di kerah seragam Kyuhyun.

Kyuhyun makin menyipitkan matanya lalu menghisap rokok sekali lagi, dengan santai ia hembuskan asap rokok tersebut ke wajah seonsaengnim itu. “Tak usah cemas, Pak Tua. Aku tidak akan bertahan lama disini. Tidak lama lagi aku tidak akan ada disini lagi” ujar Kyuhyun dingin sembari melepaskan genggaman tangan seonsaengnim itu dari kerah seragamnya. Seonsaengnim itu spontan terbatuk dan ia sesak nafas karena asap rokok yang diberikan Kyuhyun tadi. Kyuhyun pun menatap seonsaengnim tersebut sambil tersenyum licik lalu merapikan kerah bajunya, kemudian dia pergi meninggalkan seonsaengnim yang malang tersebut sambil mengambil batang rokok baru.

Kyuhyun kembali melewati koridor dimana seorang yeoja menabraknya tadi. Pikiran Kyuhyun langsung melayang kepada yeoja yang menabraknya tadi. Ia masih ingat kacamata yeoja itu melorot ke pipi-nya, wajahnya yang polos saat ia memandang wajah Kyuhyun, dia yang marah karena dibentak. Kyuhyun tersenyum tipis sesaat sambil menundukkan kepalanya. Tiba-tiba saja ia melihat sebuah kertas. Kyuhyun pun meraih kertas tersebut dan mengamatinya. “Kim Hyori. Ulangan matematika mendapat nilai 45” gumam Kyuhyun dengan lambat.

Kyuhyun POV

Apakah yeoja yang ku tabrak tadi bernama Hyori?

Aku pun mengingat kembali kejadian saat yeoja itu menabrakku. Saat itu aku sedang tidak memperhatikan jalan. Tapi rasanya saat yeoja itu menabrakku, ia menggenggam sebuah kertas. Saat ia terjatuh kertas itu terlepas dari genggaman tangannya. Apakah iya?

Aku pun kembali berjalan sambil mengingat kembali kejadian tadi.

JLEB

Rasanya aku menginjak sesuatu. Ku tundukkan kepalaku dan ku dapati kakiku yang tengah menginjak darah.

Sontak aku pun mundur dan menjauh. Astaga.. kenapa bisa ada darah?

Lalu, mataku tertuju pada kacamata yang tergeletak di lantai. Aku pun meraih kacamata tersebut. Lagi-lagi aku teringat kejadian tadi. Kacamata ini.. bukankah milik yeoja itu? Kenapa bisa ada disini?

Astaga.. membingungkan sekali. Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa aku jadi peduli kepada yeoja itu? Kenal saja tidak! Lupakan Kyuhyun! Kau tidak ada hubungannya dengan yeoja itu!

Hyori POV

Gelap.. Aku tidak bisa melihat apapun..

Aku dimana? Apakah aku sudah mati?

Tuhan.. aku dimana?

~~~~~~~~~~

Aku tidak tau kini aku sedang dimana. Yang pasti disini gelap sekali. Tidak ada tanda-tanda adanya cahaya. Aku bingung harus bagaimana. Ingin berlari tapi aku tidak tau kemana harus berlari.

Ku coba untuk melangkahkan kakiku dengan perlahan. Saat kakiku kembali menyentuh tanah, tiba-tiba saja tanah yang ku pijaki terdapat berlian yang tengah berkilau. Berlian itu membuat keadaan yang semula gelap, kini tidak begitu gelap. Aku pun kembali melangkahkan kakiku. Tiap pijakan yang ku buat, timbul berlian yang berkilauan. Sehingga, tempat itu menjadi terang benderang.

Kemudian, mataku tiba-tiba saja merasa silau. Ku halang wajahku dengan tanganku. Saat sudah tidak silau lagi, ku turunkan kedua tanganku dan ku dapati seorang lelaki tengah berdiri di hadapanku sambil tersenyum.

Aku terdiam melihat senyum itu. Senyuman terhangat yang pernah kurasakan.

“Kau siapa?”

Lelaki itu tidak menjawab, ia hanya mengulurkan tangannya. Ku tatap wajahnya. Wajahnya seakan mengatakan ‘kau ingin ikut denganku?’.

Author POV

Ruang operasi itu kini tengah dikerumuni oleh para dokter yang sedang berusaha menyelamatkan pasiennya dari maut. Di luar ruang operasi itu terlihat seorang ayah yang sedang memandangi proses operasi dengan tatapan sedih. Ayah mana yang tidak sedih melihat anaknya sendiri sedang berada di antara hidup dan mati?

Salah satu dokter memperhatikan alat detak jantung sang pasien. Detak jantung pasien itu semakin melemah. Dokter itu pun memberi isyarat kepada dokter yang lainnya agar memberi bantuan alat pacu jantung kepada pasien itu..

Hyori POV

Lelaki ini masih mengulurkan tangannya ke arahku. Dia siapa? Apakah aku mengenalnya? Aku merasa bahwa aku tau siapa dia, tapi aku tidak mengenal siapa dia.

Walaupun ragu, namun aku meraih tangan namja itu. Dia tersenyum. Senyum yang sulit untuk diartikan. Kemudian, ia membawa ku keluar dari tempat itu..

Author POV

Para dokter menarik nafas lega karena detak jantung pasien yang mereka tadinya melemah drastis kini telah berdetak dengan normal kembali. Benar-benar luar biasa.

“Aku cemas sekali. Jantung yeoja ini hampir berhenti berdetak tadi. Untung saja sekarang keadaan detak jantungnya sudah normal.” ujar salah dokter kepada dokter yang lainnya. Dokter lainnya hanya mengangguk setuju.

Hyori POV

Kini aku tidak entah berada dimana. Namja yang kini mengenggam tanganku ini sudah membawaku kemari.

“Kau telah ku selamatkan kali ini. Hyori-ya, bersemangatlah dalam menjalani hari-harimu walau kematianmu bisa datang kapan saja tanpa memikirkan waktu dan tempat. Ingatlah kata-kataku ini. Jangan kau sia-sia kan waktumu nanti. Gunakanlah waktumu itu selagi bisa.” ujar namja itu tanpa memandang wajahku. Wajahnya terlihat serius.

Aku hanya mengerutkan keningku karena tidak mengerti maksud dari namja ini. Namja itu kemudian menatap mataku dalam. Aku terpaku diam karena tatapan mata namja itu.

“Berjanjilah padaku” kata namja itu sambil mengulurkan kelingkingnya padaku.

“Berjanji untuk apa?” jawabku kebingungan.

“Berjanjilah untukku” ucapnya misterius.

Aku tidak mengerti dengan apa yang dia bicarakan. Tapi, lebih baik aku tidak usah bertanya banyak.

Ku kaitkan jari kelingkingku di jari kelingking namja itu. “Terserah kau saja”.

Namja itu pun tersenyum hangat lalu mengelus rambutku pelan. “Baiklah. Tepati janjimu”.

~~~~~~~~~

Tiba-tiba saja semuanya menghilang. Kini pandanganku tertuju ke depan. Yang ada hanya dinding berwarna biru laut. Ku gerakkan tanganku perlahan. Aku baru menyadari tanganku tengah di infus. Dan aku juga menggunakan alat bantu pernafasan.

Ku tatap langit-langit kamar. Mataku masih belum stabil. Terkadang tatapan mataku mendadak kabur dan jelas.

“Hyori-ya? Kau sudah sadar?” suara yang sudah sangat ku kenal terdengar di telingaku. Ku tolehkan kepalaku dengan perlahan mencari asal suara tersebut. Seorang lelaki berumur 40-an tengah berdiri di depan pintu sambil tersenyum kepadaku.

Seulas senyum mengembang di bibirku melihat appa-ku. Appa pun berjalan mendekatiku. Senyuman terus menghiasi sudut bibir appa. Senyum kebahagiaan.

“Appa benar-benar bahagia mendengar kau selamat. Padahal tadi jantungmu sempat berhenti berdetak” terang appa sambil menggenggam tanganku dengan perlahan. Genggaman tangan appa yang lembut seakan-akan takut menyakitiku.

Tiba-tiba saja air mata appa meleleh dan jatuh di tanganku. “Kenapa harus kau yang terkena penyakit turunan itu? Kenapa tidak appa saja? Masa depanmu masih panjang. Sangat disayangkan penyakit turunan dari halmeoni-mu itu menurun kepadamu”.

“Itu sudah takdir yang diberikan Tuhan kepadaku appa. Semua yang diberikan Tuhan kepadaku adalah yang terbaik untukku. Tidak ada yang perlu appa sesali. Jika sudah datang waktunya, itu memang saatnya aku untuk pergi” tuturku sembari mengusap pipi appa yang basah karena air mata.

2 minggu kemudian~

“Jangan terlalu memaksakan dirimu nanti. Appa tidak mau penyakitmu kambuh lagi” ujar appa menasehatiku. Sebuah anggukan aku berikan sebagai jawaban. Kemudian ku buka pintu mobil dan aku pun melompat keluar. Ku pandangi suasana yang sudah 2 minggu aku tinggalkan. Ku hembuskan nafasku sejenak lalu ku langkahkan kakiku masuk ke dalam sekolah.

“Hyori-ah!!!” seru seorang yeoja di belakangku. Ku balikkan badanku dan ku dapati seorang yeoja yang tidak lain adalah Krystal tengah berlari ke arahku. Ku lambaikan tanganku padanya. Setelah berada di depanku Krystal seakan ingin mengatakan sesuatu, namun terhenti karena nafasnya masih terengah-engah. Ia pun mengarahkan jari telunjuknya kepadaku seakan meminta waktu untuknya bernafas.

Saat kondisi nafasnya membaik. Tiba-tiba saja wajahnya tidak menunjukkan sebuah ekspresi. Wajahnya datar seperti mayat hidup. “Kau kenapa?” tanyaku. Krystal masih tidak menjawab. Ku putar bola mataku dan aku pun membalikkan arah badanku seakan ingin meninggalkannya.

“Kyaaa!! Hyori-ya!!! Aku sangat merindukanmu!! Akhirnya kau mulai sekolah lagi!!! Kau tau? Aku kesepian saat kau tidak ada! Lain kali kau tidak boleh sakit lagi!” pekik Krystal sambil memelukku erat. Aku hanya tersenyum melihat tingkah temanku ini.

“Jangan membuatku malu dihari pertama aku sekolah, Stal-ah” ujarku dingin.

“Aku tidak peduli!” jawab Krystal mencibir.

~~~~~~~~~~

Kyuhyun POV

Aneh sekali. Terakhir aku melihat yeoja itu 2 minggu yang lalu. Sampai sekarang dia tidak pernah terlihat. Apa yeoja itu hantu? Hah? Bodoh kau, Kyu! Tidak mungkin!

Ku tendang sebuah kaleng yang tepat berada di depan kakiku. Kaleng itu terlempar jauh lalu terdengar suara bising yang ditimbulkan oleh kaleng tadi.

“Bisakah kau tidak membuat suara bising? Mengganggu saja!” gerutu seseorang kepadaku.

Siapa itu? Rasanya aku pernah mendengar suara itu.

Ku cari-cari asal suara itu berasal. Tapi nihil. Aku tidak menemukan siapapun. Apa tadi itu hantu yang sedang menggangguku? Errr jangan bodoh! Mana ada yang namanya hantu!

“Kau sedang bolos ya?” suara itu kembali muncul.

Tidak ku jawab pertanyaan itu. Ku balikkan badanku dan ku dapati seorang yeoja sedang menulis di sebuah kursi. Mataku terbelalak karena yeoja itu adalah yeoja itu adalah yeoja yang menabrakku 2 minggu yang lalu.

“Kau sedang bolos ya?” ulang yeoja itu tanpa memandangku.

“Bukan urusanmu. Kau sendiri sedang bolos jam pelajaran olah raga kan? Cih. Tidak ku sangka yeoja sepertimu juga bolos”

“Aku? Bolos? Tidak juga. Aku tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran olahraga. Jadi sebagai gantinya aku diminta seonsaengnim untuk membuat sketsa lapangan bola” jawab yeoja itu sambil mengacungkan sebuah kertas yang sudah pasti sketsa seperti yang dia bilang barusan.

“Oh baiklah. Tapi kenapa kau tidak diperbolehkan untuk mengikuti pelajaran olahraga?” tanyaku penasaran. Lalu aku pun ikut duduk disamping yeoja itu.

Yeoja itu diam sejenak. Wajahnya berubah menjadi sedih. Apa aku salah berbicara? Ku rasa tidak.

Terdengar suara hembusan nafas dari yeoja itu. Mungkin dia merasa keberatan untuk bercerita kepadaku. “Kalau kau tidak mau mengatakannya padaku tidak apa-apa. Aku mengerti” ujarku lalu berdiri.

“Tunggu!” pinta yeoja itu. Ku tatap wajah yeoja itu. Ia menatap kosong tanah dengan tatapan yang sangat sendu. Aku merasa iba melihatnya. Sepertinya ia memiliki hidup yang berat, sama sepertiku.

Aku kembali duduk disamping yeoja itu. Dengan sabar ku tunggu sampai dia mau bercerita.

“Aku… aku memiliki hidup yang berat. Aku tidak sama sepertimu. Aku tidak sama seperti Krystal. Aku tidak sama seperti teman-teman yang lainnya. Mereka normal. Tidak ada penyakit yang menggerogoti tubuh mereka. Mereka bisa melakukan apa pun sesuka hati mereka. Tidak ada larangan untuk mereka. Mereka memiliki banyak harapan untuk menatap masa depan mereka dengan cerah. Sedangkan aku? Aku harus berjuang untuk hidup. Aku hanya bisa duduk melihat mereka. Aku iri melihat mereka. Walaupun aku mencoba untuk selalu tegar. Tapi percuma, selalu ada rasa sesal dan sedih yang datang kepadaku. Dan aku tidak bisa melihat masa depanku kelak. Hidupku tidak akan lama. Kau tau? Terkadang aku bingung melihat orang-orang yang berharap Tuhan mengambil nyawanya. Sedangkan masih banyak orang lain yang berharap untuk tetap bisa hidup…”

Sontak aku tersentak. Yeoja ini.. bertolak belakang denganku. Aku selalu berharap untuk segera mati. Hanya karena masa lalu yang selalu membayangiku. Aku sadar. Selama ini masih banyak orang-orang yang berharap untuk tetap hidup. Termasuk yeoja di sampingku ini. Ya. Sekarang aku mulai sedikit mengerti.

“Kau.. sakit apa?” tanyaku dengan hati-hati.

“Kanker hati” gumamnya pelan.

Aku tidak bertanya lagi. Sebajingan diriku namun aku masih memiliki hati. Dan kali ini hatiku sedikit terbuka karena yeoja ini.

“Cho Kyuhyun imnida” ujarku kemudian.

“Kau yakin ingin berteman dengan orang penyakitan sepertiku?” tanyanya.

“Memangnya kenapa?”

“Tidak ada yang mau berteman dengan orang penyakitan. Kecuali Krystal” jawabnya sedih.

“Aku yakin. Tidak ada yang salah dengan orang penyakitan.”

Author POV

“Stal-ah, jangan diam saja! Jawab eomma”

Krystal hanya diam mematung. Suara eomma-nya masih terdengar di sebrang sana. Kenapa eomma memberi tau-nya sekarang? Kenapa mendadak? Aku tidak mungkin pergi. Siapa yang akan menjaga Hyori?

“Stal-ah! Jawab eomma” sahut eomma Krystal dengan kesal.

“Tidak bisakah kita bicarakan dirumah saja, eomma-ya? Aku sedang sibuk!” ujar Krystal lalu memutuskan sambungan telepon.

“Krystal Jung! Sekarang giliranmu untuk melakukan lari estafet! Bergegaslah cepat!” panggil seonsaengnim tiba-tiba. Krystal pun mengangguk mengerti lalu bergegas menuju lapangan pacu.

“Tuhan.. apa yang harus ku lakukan…” gumam Krystal pelan.

20.00 KST

“Eomma tidak bisa seenaknya mengubah jadwal kepindahan kita! Sekolahku hanya tinggal beberapa bulan lagi! Tidak bisakah eomma menunggu sampai sekolahku selesai?” ujar Krystal kepada eomma-nya.

“Tidak bisa, Stal-ah! Ini sudah keputusan eomma! Eomma sudah mengurus urusan kepindahanmu. Kita akan pindah ke Los Angeles. Lusa kita akan berangkat. Jangan membantah lagi!” bentak eomma Krystal.

Krystal ingin menjawab namun Jessica menghampiri Krystal dan menggelengkan kepala pertanda untuk tidak membantah lagi.

“Tapi Sica eonnie? Aish” kesal Krystal.

“Mianhae, Stal-ah. Eonnie tidak bisa membantumu sama sekali. Eonnie tidak bisa membantah kepada eomma” ujar Jessica lalu mengelus pelan bahu Krystal.

“Eonnie-ya, bisakah aku meminta tolong padamu?” pinta Krystal.

“Apapun akan ku lakukan untukmu” jawab Jessica lembut.

~~~~~~~~~~

Kyuhyun kini tengah duduk di tangga sekolah. Ia masih bingung dengan keputusannya. Di tangannya terdapat selembar kertas. “Seharusnya aku sudah tau dimana kelasku” gumam Kyuhyun pelan.

Suasana sekolah di pagi hari yang sudah lama tidak ia rasakan. Kyuhyun menghembus nafas pelan. Ia pun menyimpan kertas tersebut ke dalam sakunya. Lalu ia pun berkeliling mencari dimana kelasnya berada.

~~~~~~~~~~~

Hyori duduk di kelas dengan gelisah. Ia bingung. Krystal tidak juga muncul. Apa dia terlambat? Tidak mungkin. Hyori pun mengetuk meja dengan jari-jarinya. “Stal-ah.. kenapa belum datang?” gumam Hyori.

KRIIIIIINNGGG~

Bunyi bel pertanda jam pelajaran pertama pun dimulai. Seonsaengnim pun masuk ke dalam kelas.

“Selamat pagi semuanya. Di pagi hari ini kita akan mempelajari—”

TOK TOK TOK

Kata-kata seonsaengnim terputus karena suara ketukan pintu tersebut. “Tuhan, siapa lagi ini?” gerutu seonsaengnim.

“Semoga saja Krystal!” gumam Hyori pelan.

Pintu kelas pun terbuka. Seorang namja tinggi sedang berdiri dan mengamati isi kelas. Tatapan mata namja itu tidak sengaja bertatapan dengan mata Hyori. Hyori pun langsung mengalihkan pandangannya. Sedangkan namja itu masih menyapu isi kelas dengan tatapannya yang dingin.

“Apakah ini kelas 12B?” tanya namja itu kemudian.

“Ne. Ada apa? Kau salah masuk kelas?” tanya seonsaengnim dengan nada kesal.

“Aniyo. Berarti ini kelasku. Annyeong” ujar namja itu kemudian.

“Kau anak baru itu? Oh terserahlah. Duduk saja dimana kau suka” perintah seonsaengnim dengan malas.

“Kau tidak mau memperkenalkan diriku dulu?” tanya namja itu dengan polosnya.

“Arra. Silahkan perkenalkan dirimu”

“Ah tidak usah. Aku ingin langsung duduk saja” jawab namja itu dan masuk ke dalam kelas. Namja itu duduk di paling belakang di samping jendela.

Seonsaengnim hanya menggeleng. “Siapa namamu?” tanya seonsaengnim kemudian.

“Cho Kyuhyun”.

~~~~~~~~~~

“Tidak ku sangka kalau kita sekelas” ujar Kyuhyun memulai pembicaraan.

Sedangkan orang yang Kyuhyun ajak berbicara hanya menatapnya dingin lalu membaca buku yang ada di hadapannya.

“Bagaimana pendapatmu? Oh ya, kita belum berkenalan”

“Kim Hyori imnida. Namamu Cho Kyuhyun kan? Aku sudah tau. Dan kita sudah berkenalan sekarang” Hyori menutup bukunya lalu memasukkan buku tersebut ke dalam tas.

“Kim Hyori? Namamu sama persis dengan nama orang yang kehilangan lembaran jawaban ulangan matematika yang aku temukan 2 minggu yang lalu”

Hyori terdiam sesaat karena mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Hyori pun langsung mengaduk isi tas-nya mencari lembaran jawaban ulangan matematika-nya. Hyori sudah menumpahkan isi tasnya di atas meja dan tetap saja sama. Kertas itu tidak ada. Apa kertas itu ditemukan oleh Kyuhyun. Omo! Jangan sampai!!!

“Kau mencari apa?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Ah.. Aniyo hehehehe” jawab Hyori cengengesan. Ia tidak mau Kyuhyun tau kalau dia kehilangan kertas ulangannya. Pasti dia akan meledek. Tentu saja! Nilai-nya buruk sekali.

Kyuhyun lalu mengeluarkan sesuatu dari saku-nya, “mencari ini?”.

Aigoo. Ternyata memang benar kertas ulangan Hyori. Wajah Hyori pun merah padam seketika.

“Benarkan ini punyamu?” tanya Kyuhyun lagi. Lalu Kyuhyun melihat kertas tersebut. Ekspresi wajahnya berubah.

Mati aku!” batin Hyori dalam hati.

Kyuhyun melipat kertas tersebut lalu meraih tangan Hyori lalu memberikan kertas tersebut kepada Hyori.

“Kita bertolak belakang” ujar Kyuhyun kemudian.

“Apa maksudmu?” tanya Hyori dengan kening berkerut.

“Kau akan tau”.

~~~~~~~~~~

Hyori berjalan keluar dari koridor sekolah sendirian. Tidak ada yang bisa diajaknya pulang bersama-sama. Hyori masih teringat Krystal yang tidak datang ke sekolah.

Kemana anak itu ya?” batin Hyori.

“Hyori!” panggil seseorang dibelakangku. Samar-samar terdengar seperti suara Krystal. Hyori pun membalikkan arah badannya, dan terlihat Jessica eonnie menghampirinya.

“Sica eonnie? Ada apa kemari?” tanya Hyori kebingungan.

“Ya. Aku kesini karena ada urusan dan ada yang ingin aku sampaikan kepadamu” jawab Jessica eonnie.

“Apa yang ingin eonnie sampaikan? Apakah berita buruk?” tanya Hyori cemas.

Jessica eonnie hanya diam. Dia mengelus bahu-ku seakan mengatakan aku harus sabar. Jessica eonnie pun menghirup nafas sejenak. “Krystal akan pindah ke Los Angeles. Eonnie juga. Jadi.. Krystal tidak datang hari ini. Besok dia akan berangkat. Dia sangat sedih meninggalkanmu. Apakah kau mau datang ke bandara besok, Hyori?”

Hyori mematung. Temannya satu-satunya akan pergi meninggalkannya. Apa yang harus ia lakukan sekarang?

-TBC-

Gimana reader? Jeongmal mianhae author telat bgt nge-post ff-nyaa 😦 Dan maaf kalo banyak typo ya._.v

RCL di tunggu^^

Sekalian author juga mau ngucapin “Minal Aidin Walfa’izin” ya reader semua^^

Iklan

~ oleh narachikim pada Agustus 28, 2011.

4 Tanggapan to “Thank You (Part 1)”

  1. wuaahh bagus author 😀 jadi penasaran sama lanjutannya. part 2-nya ditunggu secepatnya yaa author ^^
    minal aidin walfaizin author onnie~ #maafsksd -___-“

  2. baguuuus 😀
    ditunggu kelanjutannya~

  3. masih buat ff ya nad, baguuus ❤

  4. yang kudapat, disini konfliknya baru setengah(?) , tapi menarik..
    Gelaaa, Kyu berubah ya? Ngerokok pula lagi, Aishh~ Kyu nakal yaa..
    Keke~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: