Destiny (Part 1)


Author: narachikim

Genre: Chapter, Romance, Friendship.

Cast: Kim Hyori, Lee Sungyeol, Kim Myungsoo (L), Jung Myungji

AUTHOR POV

Seorang yeoja berjalan menuju sebuah kamar sambil memeluk sebuah boneka. Ketika ia masuk, keadaan kamar gelap gulita. Ia pun masuk ke dalam dan mencari tombol lampu. Ketika ia dapatkan tombol lampu itu, di tekannya lalu menyala lah lampu kamar. Lalu ia mendapati seorang namja sedang tidur. Yeoja itu mendekati namja tersebut lalu membangunkannya.

“Kim Myungsoo! Bangun!” bisik yeoja itu di telinga namja bernama Myungsoo. Myungsoo tidak menjawab. Ia masih tertidur. Karena gemas yeoja itu pun mengguncang badan Myungsoo sampai Myungsoo terbangun.

“Aigooo. Sekarang jam 2 pagi Kim Hyori. Kenapa membangunkanku?” gerutu Myungsoo lalu menarik selimutnya menutupi kepalanya. Yeoja bernama Hyori itu pun langsung menarik lari selimut Myungsoo kebawah. Myungsoo menyerah. “Ada apa?” tanya Myungsoo kemudian.

“Jangan berpura-pura tidak tahu” jawab Hyori dengan kesal. Myungsoo menegakkan badannya dan menyandarkan punggungnya di tempat tidurnya. Lalu ia menatap Hyori dengan tatapan seakan berkata ‘Lalu?’

“Aisssh Kim Myungsoo, padahal aku sudah sering mengganggu jam tidurmu dan kau masih berani bertanya? Tentu saja kau tau apa yang harus kau lakukan jika aku sudah mengganggu jam tidurmu” omel Hyori sambil melempar bonekanya ke wajah Myungsoo. Myungsoo tersenyum geli, lalu ia pun bangkit dari tempat tidurnya lalu mengambil sebuah gitar di samping meja belajarnya. Kemudian ia duduk di sebuah kursi, Hyori mengikuti Myungsoo dan duduk di lantai yang dialasi karpet. “Kau ingin aku menyanyikan lagu apa?” tanya Myungsoo sambil memetik asal senar gitarnya.

Hyori mengerutkan kening memikirkan lagu yang bagus.

“Hmm bagaimana kalau lagu Can U Smile? Itu lagu favoritku” jawab Hyori bersemangat. Myungsoo pun mengangguk mengerti. Myungsoo juga menyukai lagu tersebut. Dan jari-jari Myungsoo pun mulai bermain dengan senar gitar dan Myungsoo bernyanyi.

Aju orae jeon neoreul boatdeon
Geu neukkimeul gieokhe nan
Neoreul alatdeon nareul alatdeon
Geu shijeoli saenggakna

Neoreul dalgo shipdeon eouligo shipdeon
Ganjeolhaetdeon shiganeul
Nan dashi saenggakhae

Da jinagan hannat chueok bboningeol

And, Can you smile?

Niga weonhajana
Niga barajanha
Nae mam maneuroneun
Neol jabeul suga obtneungabwa

And, Can you smile?

Naega garajanha
Nan gwaenchandajanha
Majimak neo-ege
Nan igeot bakken mot junabwa

Imi orae jeon naega badatdeon
Ni mameumeul gieokhae nan
Naegen neomchideon niga gomabdeon
Geu shijeoli saenggakna

Gajang saranghal ddae gajang haengbokhal ddae
Ibyeoleul majuhaesseo
Naegen cham neomchyeoseo

Mianhaeseo jabadul su eobtneungeol

And, Can you smile?

Niga weonhajana
Niga barajanha
Nae mam maneuroneun
Neol jabeul suga obtneungabwa

And, Can you smile?

Naega garajanha
Nan gwaenchandajanha
Majimak neo-ege
Nan igeot bakken mot junabwa

Geuredo geuredo gyeolguk geuredo nan,
Hajiman amado gyeolguk geuredo nan
Geuredo geuredo gyeolguk geuredo nan,
Hajiman gyeolguk geuredo nan

Geure binbeonhaejin
Ni geu mal dabdabhaesseo byeonhaejin
Ne maltuwa hengdongee
Halmal obtge mandeundago
Hwaman nage dodgundago
Ttoadaemyeo gyeokhaejin
Bam haneule

Byeoli balghyeojwittji
Dali bichyeojwittji
Hanshi gal gil gatji
Byeoldeulgwa bami onda
Dareun byeole gareojil bbun
The moon always stay there
I’ll always be here for you, want you

And, Can you smile?

Neol jabgo shipjiman
Butjabgo shipjiman
Ne gyeote isseoseo
Neon useumeul ireogajanha

And, Can you smile?

Naega garajanha
Nan gwaenchandajanha
Ne gyeoteul ddeonaya
Neon haengbokhal su isseunikka

Satu hal yang Hyori sukai dari Myungsoo, Myungsoo terlihat keren jika sedang bermain gitar. Itulah sebabnya Hyori sering meminta Myungsoo bermain gitar untuknya. Dan kadang jika Myungsoo sudah menyanyikan lagu untuknya, maka ia juga akan meminta dilukis oleh Hyori. Hyori memiliki bakat melukis. Itu sudah keturunan.

Semua anggota keluarga Kim bisa melukis. Bisa dibilang bakat lukis Hyori paling bagus. Namun Myungsoo tidak mewarisi bakat melukis keluarga Kim. Myungsoo kadang iri dengan kemampuan melukis Hyori. Tapi Myungsoo bersyukur ia memiliki bakat bermain gitar akustik. Hyori sering memujinya ketika bermain gitar.

Ketika lagu Can U Smile selesai mengalun. Hyori tepuk tangan dengan riuh. Namun cepat-cepat ditahan Myungsoo.

“Kau jangan sampai membangunkan ahjumma, Hyori!” omel Myungsoo. Hyori memutar matanya. “Tenang saja, umma tidak akan dengar. Kau ini sepupu-ku yang paling penakut” balas Hyori mencibir.

Myungsoo balas mencibir. “Aku? Penakut? Bukankah kau yang penakut? Umurmu sudah 19 tahun tapi masih juga penakut”.

Hyori mendengus. Memang ia penakut, bahkan sangat penakut. Tidur saja dia tidak berani mematikan lampu. Kalau sudah terbangun dan tak bisa tidur Hyori selalu menganggu jam tidur Myungsoo. Awalnya Myungsoo terganggu. Namun lama kelamaan ia sudah terbiasa kalau tengah malam ia dibangunkan dan ia mendapati sepupu-nya yg meminta dinyanyikan sebuah lagu.

“Sudah kan? Nah sekarang kembalilah ke kamarmu dan tidurlah. Besok kau kuliah kan?” tanya Myungsoo lembut lalu meletakkan kembali gitarnya. Hyori menggeleng. “Aniya. Aku tidur disini saja”.

“Hey nona Kim. Kau gila?” ujar Myungsoo terkejut.

“Aku tidak gila kok. Aku tidur di sofa saja. Kau tidur di tempat tidurmu” tutur Hyori lalu beranjak ke sofa.

Myungsoo tetap tak bisa membantah sepupunya itu. “Tak baik kalau kau yg tidur di sofa. Aku saja yg tidur di sofa” ujar Myungsoo langsung menduduki sofa. Hyori kembali melempar Myungsoo dengan bonekanya. Tapi kali ini Myungsoo cepat, ia menangkap boneka itu dengan mudah. Ia tertawa pelan. Hyori menggembungkan pipinya gemas. Lalu ia berjalan menuju tempat tidur Myungsoo. Saat Hyori menarik selimut ke badannya, Myungsoo memanggil Hyori. Hyori menoleh. “Selamat pagi” tutur Myungsoo. Hyori mencibir lalu menutup matanya.

~~~~~~~~~

Sinar matahari masuk ke dalam kamar Myungsoo. Myungsoo pun terbangun. Ia menarik selimutnya ke bawah dan duduk. Matanya masih berkunang-kunang. Dilihatnya tempat tidurnya kosong. Dan Myungsoo sadar. Rasanya tadi ia tidak memakai selimut. Bibirnya pun reflek tertarik dan membuat sebuah senyuman.

~~~~~~~~~~

Hyori mengoles selai coklat ke roti tawarnya. Saat itu ia sedang bersama umma dan appa.Tangan Hyori begitu bersemangat mengoles rotinya dengan selai.

“Mana Myungsoo, Hyori?” tanya umma. Hyori mengangkat bahu pertanda tidak tau. Umma tidak bertanya lagi. Lalu Myungsoo pun turun dari tangga dan duduk di samping Hyori.

“Nah ini dia” ujar Hyori.

Myungsoo hanya tersenyum. “Untukku mana?” tanya Myungsoo.

“Mwoya?” tanya Hyori bingung. Myungsoo pun menunjuk roti yang sedang dioles selai coklat milik Hyori. Hyori mencibir “Ini punyaku. Kalau mau buat sendiri”

Myunsoo balas mencibir, “Pelit”

~~~~~~~~~~

Myungsoo hendak pergi mengantar Hyori kuliah. Hyori sudah masuk duluan ke dalam mobil sementara Myungsoo masuk kembali ke rumah karena ada yang tertinggal.

“Apa yg ketinggalan?” tanya Hyori.

Myungsoo mengangkat sehelas kertas. Hyori membacanya, “Tiket konser?”.

Myungsoo hanya mengangguk.

“Oh ya nanti mau ku jemput?” tawar Myungsoo.

Hyori menggeleng, “Nanti ada karnaval di balai kota. Aku mau lihat”.

“Hmm baiklah kalau begitu” ujar Myungsoo lalu menghidupkan mesin mobilnya. Setelah itu ia pun melajukan mobilnya menuju Chung-Ang University.

~~~~~~~~~~

Hyori POV

Wah senang sekali jadwal kuliah hari ini sebentar sekali. Dan selanjutnya aku akan pergi ke karnaval! Pasti karnaval nanti akan jadi objek menarik untuk dilukis.

Aku beranjak meninggalkan kampus dan segera menuju balai kota.

Saat sampai di balai kota, suasana ramai sekali. Balon-balon dimana-mana. Balon gelembung juga bertebaran di udara. Suara marching band terdengar riuh. Stand-stand penjual makanan juga banyak. Suara gembira dari anak-anak. Asik sekali!

Karena terlalu asik dengan pemandangan kota aku jadi tidak lihat jalan dan.. BRUK!!

Sepertinya aku menabrak seseorang dan aku terjatuh.

“Aaww” jeritku pelan. Aku tidak melihat siapa orang yang ku tabrak.

“Aigooo~ Gwenchana? Mianhae aku tidak lihat jalan karena aku sibuk dengan kameraku” tutur seseorang.

Terdengar seperti suara namja. Aku pun mendongakkan kepalaku. Memang seorang namja. Namja itu membantuku berdiri. Aku diam saja tidak menjawab pertanyaan namja tadi.

“Gwenchana?” ulang namja itu. “Eh? Oh ya aku baik-baik saja” jawabku canggung. Namja itu tersenyum ramah. Aku pun balas tersenyum. Namun dalam hati entah mengapa aku merasa begitu canggung. Awkward moment!

“Kau yakin kau baik-baik saja?” tanya namja itu lagi.

Sebuah anggukan aku lontarkan sebagai jawaban.

“Hmm bolehkah aku minta tolong?” tanya namja itu kemudian.

Aku kembali mengangguk.

Namja itu tersenyum “Maukah kau memfotoku dengan badut itu? Daritadi aku membutuhkan seseorang untuk membantuku. Kurasa kau mau membantuku hehe” pintanya sambil tertawa.

Dalam hati aku ikut tertawa. Seperti melamar saja.

Aku pun tersenyum lalu mengangguk. Kami berjalan menuju seorang badut yang tengah menghibur anak-anak. Namja itu memberikan kameranya padaku lalu ia berpose dengan badut itu.  Namja itu berpose aneh dan meletakkan jarinya di bawah hidung badut itu.

“Choding” batinku dalam hati.

Setelah itu aku memberikan kamera namja itu. Ia berterimakasih  lalu membungkukkan badannya. Aku jadi semakin canggung.

“Aku harus pergi” tuturku kemudian. Namja itu kembali tersenyum. Aku pun berbalik dan pergi ke sisi lain balai kota karena aku ingat tujuanku kemari karena ingin melukis pemandangan karnaval ini.

Author POV

Namja itu memperhatikan kepergian yeoja itu sampai benar-benar menghilang. Lalu namja itu kembali melanjutkan aktivitasnya lagi. Sambil berjalan namja tersebut masih memikirkan kejadian tadi. “Apa aku mengenalnya? Entah mengapa melihatnya saja aku merasa bahwa aku mengenalnya” gumam namja itu.

Drrrtt.. Drrrrtt

Namja itu mengambil handphone-nya. Ada pesan.

From: Guitar-boy
Choding-boy! Temui aku sekarang! Aku bosan sekali dirumah sendirian kalau tidak ada sepupuku.

Namja itu tersenyum lalu membalas pesan tersebut.

To: Guitar-boy
Jadi aku tempat pelarianmu? Kau jahat sekali Myungsoo. Kkkkkk. Aku akan ke cafe tempat biasa. Ku tunggu kau guitar-boy!

Namja itu pun langsung pergi menuju sebuah cafe.

Hyori POV

Sketsa gambar yang kubuat hampir selesai. Dan.. YAP! Sketsa gambarku selesai. Tinggal diwarnai saja dirumah. Aku pun menyimpan buku sketsa-ku ke dalam tas. Lelah juga rasanya. Aku pun merentangkan kedua tanganku dan ku hirup udara dan kuat.

Entah kenapa aku merasa ada yang lain dengan namja tadi. Dia lucu. Choding. Aku tersenyum mengingat namja tadi. “Ah paboya! Tadi aku belum sempat berkenalan dengan namja itu!” gerutuku.

Author POV

“Lee Sungyeol!” panggil Myungsoo pada seorang namja yang sedang duduk di sebuah cafe. Namja yang bernama Lee Sungyeol itu pun menoleh dan melambaikan tangannya pada Myungsoo. Myungsoo pun langsung duduk di hadapan Sungyeol yang sedang sibuk dengan kameranya.

“Apa saja yang kau lakukan di karnaval tadi? Kau tidak mengganggu noona-noona ataupun yeoja manapun dengan tarian anehmu itu kan? Kkkk” ledek Myungsoo.

Sungyeol mencibir. Melihat cibiran Sungyeol, Myungsoo pun tertawa.

Sungyeol adalah sahabat Myungsoo. Mereka dulu satu sekolah di senior high school. Namun mereka tidak satu universitas kini. Tapi itu bukan masalah untuk mereka. Mereka masih bisa bertemu dan pergi bersama.

“Oh ya kau tadi dari karnaval kan? Sepupuku juga pasti sedang disana tadi” ujar Myungsoo.

Sungyeol mengerutkan keningnya. Walaupun sudah bersahabat lama dengan Myungsoo tapi Sungyeol belum pernah bertemu sama sekali dengan sepupu Myungsoo. Myungsoo sering sekali menceritakan sepupunya itu pada Sungyeol.

“Jinjja? Sayang sekali aku tidak tau yang mana sepupu-mu itu Myungsoo” jawab Sungyeol dengan raut wajah kecewa.

“Lain kali kau harus bertemu dengan sepupuku itu, Sungyeol! Pasti kau senang kalau bertemu dengannya” tawar Myungsoo. Sebuah anggukan dan senyuman dapat dilihat dari wajah Sungyeol.

~~~~~~~~~~


“Kau tidak lupa kan bawa tiket konsernya?” tanya Myungsoo pada Sungyeol.

Sungyeol menatap Myungsoo dengan tatapan ‘tenang saja aku bawa tiketnya’.

Myungsoo dan Sungyeol pun keluar dari mobil dan berjalan menuju gedung tempat sebuah konser jazz berlangsung.

Sewaktu mereka masuk seorang yeoja tiba-tiba lewat dan menabrak Sungyeol. Minuman yang dibawa Sungyeol pun tumpah dan mengotori pakaiannya dan pakaian yeoja itu. Yeoja itu terkejut. Sungyeol dan Myungsoo juga. Yeoja itu merasa sangat bersalah dan membersihkan pakaian Sungyeol dengan tissu.

Sungyeol merasa canggung lalu memegang tangan yeoja itu. Seketika yeoja itu berhenti dan ia menatap Sungyeol dengan wajah merona.

“Jangan begitu. Aku bisa membersihkannya sendiri. Lebih baik kau juga membersihkan pakaianmu. Mianhae, garagara minumanku tumpah pakaianmu jadi kotor begini” tutur Sungyeol sambil membungkukkan badannya.

Yeoja itu jadi tidak enak karna tindakan Sungyeol barusan. Padahal ia yang salah karena menabrak Sungyeol. Kenapa malah dia yang minta maaf?

“Ah aku lah yg salah. Mianhae” tutur yeoja itu kemudian.

Sungyeol melontarkan sebuah senyuman. Lalu Sungyeol mengajak Myungsoo ke toilet untuk membersihkan pakaiannya. Kedua namja itu pun pergi ke toilet. Mata yeoja tadi tidak bisa berhenti menatap punggung Sungyeol.

“Dia namja yg baik hati” tutur yeoja itu terpesona.

~~~~~~~~~~

“Yaaa, Jung Myungji! Lihatlah dirimu! Kotor sekali~ Kenapa bisa kotor begini?” tanya seseorang yang mengejutkan yeoja yang bernama Jung Myungji tersebut. Myungji menghela nafas lega.

“Aa~ Younghee unnie~ Jeongmal mianhae~ Tadi aku menabrak seorang namja dan minuman namja itu tumpah sehingga pakaian ini jadi kotor. Ini salahku~” tutur Myungji jujur.

Younghee hanya menggeleng-geleng menatap dongsaeng-nya.

“Gwenchanayo~ Pergilah ke backstage, minta ke salah satu staff pakaian yg bisa kau pakai. Bilang ini perintahku” perintah Younghee. Lalu Myungji berterimakasih kemudian pergi ke backstage sesuai perintah Younghee.

“Ya Tuhan, apa ini yg namanya first love at the first sight?” gumam Myungji sambil memegangi pipinya yang terasa hangat. “Aish~ Lupakan!”

~~~~~~~~

“Kau itu terlalu baik, Yeol~” ujar Myungsoo.

Myungsoo dan Sungyeol kini sedang berada di toilet. Sungyeol sibuk membersihkan pakaiannya hingga ia tidak menjawab  kata-kata Myungsoo.

“Hmm apa ini sudah bersih?” tanya Sungyeol pada Myungsoo sambil memperlihatkan pakaiannya. Myungsoo memperhatikan pakaian Sungyeol, “setidaknya pakaianmu tidak sekotor tadi” jawab Myungsoo.

Sungyeol menarik nafas. “Kau tahu? Hari ini aku menabrak seorang yeoja di karnaval dan seorang yeoja menabrakku di sebuah konser musik. Apa maksudnya ya?” tutur Sungyeol.

Myungsoo hanya mengangkat bahu. “Siapa yeoja yg kau tabrak?”

“Mollayo~ Aku lupa menanyakan namanya. Aku harap aku bisa bertemu dengannya lagi” ujar Sungyeol berharap.

~~~~~~~~

Sungyeol dan Myungsoo kini sudah duduk nyaman sambil menikmati konser jazz.

Tepat dibelakang Sungyeol duduk Myungji yang menyadari bahwa Sungyeol duduk di depannya. Myungji tidak sepenuhnya menonton konser. Melainkan sibuk berkhayal tentang Sungyeol.

“Selain baik dia juga tampan” gumam Myungji pelan.

Tidak terasa sudah 3 jam konser berlangsung, dan akhirnya konser itupun berakhir. Myungji pun bangkit dari duduknya mengikuti penonton lain. Ia berharap Sungyeol melihatnya dan mengajaknya bicara. Dan harapan Myungji menjadi kenyataan. Sungyeol melihatnya dan tersenyum ramah pada Myungji. Myungji menjadi gugup dan ia pun membalas senyuman Sungyeol.

“Annyeonghaseyo~” sapa Sungyeol ramah. Myungji mematung tidak bisa menjawab karena gugup sekali.

“Joneun Lee Sungyeol imnida. Panggil saja Sungyeol. Siapa namamu?” ujar Sungyeol masih ramah dan tidak lupa senyuman berbinar dari wajah Sungyeol.

“Eh? Oh.. emm.. Joneun Jung Myungji. Myungji imnida~ Bangapseumnida Sungyeol-ssi..”

-TBC-

Iklan

~ oleh narachikim pada Januari 19, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: